Rabu, 25 November 2015

Pernahkah..

Pernahkah kau mengalami suatu keadaan dimana inginmu, mau mu, pinta mu, belum terpenuhi, belum bisa kau dapatkan, belum bisa kau raih. Butuh waktu, kesabaran dan pengorbanan untuk meraih apa yang kau inginkan itu. Sedangkan, di belahan bumi lain, banyak orang dengan mudahnya meraih apa yang kau inginkan. Saat sedih dan air mata tak banyak membantu, saat itu juga berhentilah meminta pada manusia.

Ia hanya seonggok daging yang diberi jiwa, tak ada kuasa apa pun dalam genggamannya. Berhentilah merenggek, menangis, meminta pada manusia karena itu hanya membuatmu sakit dan kecewa. Mintalah padaNya, pada Allah yang menggenggam setiap jiwa, mintalah padaNya pada Allah yang Maha Kaya yang memiliki langit bumi beserta isinya. Yang tidak akan mengecewakanmu malah memberi ketenangan dalam hatimu.

Marah boleh, sedih boleh, kecewa boleh tapi jangan berlebihan. Cukup kembalikan semuanya pada Allah. Mungkin mau mu, ingin mu, pinta mu adalah baik. Tapi maunya Allah, inginnya Allah, pintanya Allah akan jauh..jauh..jauh lebih baik. Mungkin rencana mu sudah baik, tapi rencana Allah lebih..lebih..lebih baik lagi untukmu dan semuanya.

Cobalah untuk ikhlas lapangkan dada mu, bahwa tidak semua yang kau inginkan bisa kau dapatkan dengan mudah. Jalani harimu kembali, kerjakan rutinitasmu seperti biasanya. Bila jenuh lakukan dinamisasi dalam hidupmu. Tetap terus berusaha dan meminta hanya padaNya, pada Allah saja. Karena Allah sebaik-baik tempat meminta pertolongan.

Minggu, 15 November 2015

Time Capsule


Dear dhevrina
yang berusia 46 tahun

Pada tahun 2035, yaitu 20 tahun yang akan datang kamu akan berusia 46 tahun. Entah kamu masih hidup atau tidak, aku yang sekarang ingin memberi pesan untukmu yang akan datang. Entah kemajuan teknologi akan seperti apa, bumi akan menjadi apa, dan kamu menjadi apa? Hanya Allah yang tau..

Apakah kamu sudah menjadi Ibu yang baik bagi anak-anakmu? Sudah menjadi istri yang soleha untuk suamimu? Atau sudah melakukan hal baik untuk masyarakat dan ummat? Hanya Allah yang tau..

Entah apakah Islam masih menjadi mayoritas yang tegak di atas Al-Qur'an dan sunnah, ataukah menjadi minoritas yang seringkali tertindas? Hanya Allah yang tau..

Dhevrina 20 tahun yang akan datang, mungkin bumi akan seperti difilm-film ada mobil terbang, semua lalu lintas ada di udara, gedung tinggi pencakar langit banyak ditemui, udara semakin kotor, suhu bumi semakin panas, era digital semakin maju, alat elektronik semakin canggih, dan perubahan-perubahan lainnya.

Mungkin nanti kamu sudah menjadi penulis dan pebisnis hebat dan sukses, mungkin suamimu sudah menjadi Mentri keuangan, anak-anak pun sedang menggapai impiannya masing-masing. Mungkin..Hanya Allah yang tau..

Tentu semuanya akan berubah, entah berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk, tapi satu hal yang harus kau pegang teguh, tetaplah pada jalan ini, jalan Islam yang Allah SWT ridhai. Jalan yang akan mengantarkanmu, keluargamu, dan teman-teman mu kepada jannah-Nya, kepada syurga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Hanya Islam yang bisa menyelamatkan mu di dunia dan akhirat. Raihlah dunia dan gapailah akhirat. Semua yang kamu miliki adalah titipan, tidak ada satu pun yang akan di bawa mati kecuali kain kafan dan amal saleh.

Waktu begitu cepat berlalu, dan ia tidak akan bisa diputar kembali. Maka berikanlah usaha terbaikmu, lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Beribadahlah sebanyak yang kau bisa, berikan kasih sayang kepada suami, anak-anak, dan keluargamu. Dukung dan dampingi suamimu, ikutlah ke manapun suamimu ditugaskan. Berikan taatmu pada suamimu karena di sanalah letak syurgamu berada. Berikan pendidikan dan perhatian yang terbaik kepada anak-anakmu, jadikanlah mereka anak-anak yang soleh solehah, generasi rabbani yang dekat dengan Al-Qur'an dan menebar manfaat untuk ummat.

Teruslah belajar tanpa henti. Belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Teruslah bergerak dan berusaha, karena sesuatu yang diam itu bisa mematikan. Bila bersedih ingatlah segala nikmat dan karunia yang Allah berikan padamu saat ini. Tersenyumlah dan tataplah dunia..

Dari dhevrina
yang berusia 26 tahun dan sedang mengandung 6 bulan anak ke dua, Suami berusia 27 tahun, Farah berusia 8 bulan, kondisi masih tinggal di rumah orang tua.





Minggu, 25 Oktober 2015

Resensi buku "Sayap-sayap Mawaddah"


Sudah tak asing lagi di telinga kita mendengar kata-kata sakinah, mawaddah, wa rahmah. Sering kali diucapkan kepada pasangan yang sedang melangsungkan pernikahan, "Selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah".

Dalam buku ini dijelaskan secara singkat arti kata-kata tersebut. Sakinah yang berarti ketenangan atau lawan kata dari galau, sedangkan mawaddah adalah perasaan cinta antar pasangan dalam bentuk fisik, dan rahmah ialah perasaan kasih dan sayang.

Sebagaimana judulnya, buku ini akan banyak membahas tentang mawaddah. Ada salah satu bab yang membahas seksiologi, mungkin bagi sebagian orang hal ini masih tabu, tapi percayalah seksiologi juga salah satu bidang ilmu yang harus dipelajari untuk kamu-kamu yang sudah dewasa, yang akan menikah, atau pun bagi yang sudah menikah. 

Ilmu seksiologi ini juga salah satu bekal bagi hidup berumah tangga. Pernah mendengar buku yang berjudul "Laki-laki dari mars dan wanita dari venus" yang berisi tentang banyaknya perbedaan dan karakter antar kedua jenis mahluk ciptaan Allah ini. Begitu juga dalam hal ibadah fisik. Dari segi anatomi jenisnya saja sudah berbeda, dan bagi laki-laki ibadah fisik ini merupakan mawaddah (cinta bentuk fisik) tapi bagi wanita ibadah ini adalah bentuh rahmah (kasih dan sayang).

Menurut Helen Fisher, seorang ahli biologi menjelaskan tahapan mencintai dipengaruhi oleh banyak hormon dalam tubuh seseorang, akan lebih lengkap bila membaca sendiri buku ini.

Pertama Lust, adanya hasrat ketertarikan antar lawan jenis biasanya terjadi pada usia pubertas. Kedua attraction, dimana seseorang tergila-gila dan mabuk kepayang kepada lawan jenis. Jantung berdegup kencang, keringat dingin, lidah kelu, lutut gemetar, ada rasa bahagia ketika berinteraksi dengannya dan yang ada difikiran hanya dia, dia, dan dia seorang. Tahap ketiga attachment, hubungan yang lebih jauh lagi, yaitu hubungan badan/fisik yang akan menimbulkan ketenangan, saling mengasihi dan menyayangi.

Bayangkan bila ketiga tahapan ini terjadi pada adik-adik atau saudara kita yang pacaran, bertumpuk-tumpuk dosa telah membayangi, naudzubillah.. Maka pantaslah bila Allah melarang pacaran karena mendekati zina juga termasuk dosa.

Tapi bayangkanlah bila ketiga hal ini terjadi kepada pasangan suami istri yang sudah halal, betapa indah setiap tahapan jatuh cinta yang akan dilalui bersama.

Pada bab lain juga dibahas bagaimana cara mencintai, menunjukkan rasa cinta, dan membuktikan cinta kita kepada pasangan. Hal-hal seperti ini akan sangat bermanfaat sebagai bekal dalam hidup berumah tangga.

Ada juga kisah-kisah para sahabat dan salafu saleh dalam memaknai cinta mereka. Juga kisah-kisah rumah tangga lainnya yang dapat kita petik hikmahnya. Buku karya Afifah Afra dan Riawani Elyta ini memiliki gaya bahasa yang ringan, mudah dimengerti dan asik untuk melahap buku ini dalam sekali baca.

Buku ini saya rekomendasikan untuk yang akan melangsungkan pernikahan, yang sudah berumah tangga, atau baru merencanakan hidup berumah tangga. Untuk kamu-kamu yang ingin menyelami makna cinta lebih dalam dan lebih lengkap baca buku ini, agar cinta kita kepada pasangan diridhoi oleh Sang Maha cinta.

Senin, 19 Oktober 2015

Resensi buku "Sabtu bersama Bapak"

"Hai, Satya! Hai, Cakra!" Sang Bapak melambaikan tangan.
"Ini Bapak.
Iya, benar kok, ini Bapak.
Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah
berkat doa Satya dan Cakra.
...
Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.
Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.
Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.
Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.
Bapak sudah siapkan.

Ketika kalian punya pertanyaan, kalian tidak perlu bingung
ke mana harus mencari jawaban.
I don't let death take these, away from us.
I don't give death, a chance.

Bapak ada di sini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian."

Itu sepenggal cerita dari cover belakang "Sabtu bersama Bapak". Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka. 

Adalah kisah Satya dan Cakra yang tumbuh dengan "kehadiran" Bapak di setiap sabtu sore dalam bentuk video player. Setiap masalah Satya dan Cakra , Bapak memiliki solusinya dalam bentuk nasehat. Nasehat-nasehat Bapak selalu diingat dan dipegang teguh kedua anak tersebut.

Satya tumbuh dewasa dengan sederet prestasi dan karir yang bagus, memiliki istri cantik dan anak-anak yang lucu. Akan tetapi memiliki permasalahan dalam rumah tangganya dan berusaha menjadi seorang Ayah dan suami yang baik.

Nasib Cakra tidak sebagus kakaknya, wajah yang pas-pasan membuat Cakra kesulitan mendapatkan jodoh. Tapi dengan kearifan sikapnya Ia mendapatkan apa yang diinginkan.

Bahasa yang ringan, alur cerita yang mudah diikuti, dan jokes yang menghibur menjadikan buku ini asik untuk dibaca. Banyak hikmah yang didapat dari buku ini tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta.

Bapak Gunawan memiliki anak laki-laki, Satya dan Cakra. Satya memiliki 3 anak laki-laki Ryan, Miku, dan Dani. Di buku ini banyak kisah tentang cara mendidik anak laki-laki tapi tidak ada kisah mendidik anak perempuan. Walaupun secara general sama-sama anak kecil tapi tentunya ada pembeda dalam hal pendidikan masa kecil.

Tapi over all buku ini bagus, asik dilahap sekali baca disabtu sore.

Senin, 12 Oktober 2015

Mulutmu Harimaumu Bu..




Siapa yang tak sedih melihat kondisinya, siapa yang tak ikut menangis mendengar raungannya. Ibu muda itu menangis sekeras-kerasnya, sejadi-jadinya. Beberapa keluarga berusaha menenangkan dengan membelai kepalanya dan menghapus air matanya. “Istigfar neng..Istigfar..kakak udah pergi, iklasin aja neng.”

Si kakak sudah dikubur 3 jam yang lalu tapi Ibunya masih masih menangis sedih meratapi kepergiannya. “Awalnya kakak cuma buang-buang air biasa bu, tapi karena ga ditangani dengan serius jadinya diare dan dehidrasi, “kata sang nenek menjelaskan.

Aku termenung mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu, ketika melewati kontrakan ini. Si Ibu berteriak-teriak memarahi anaknya yang tidak mau makan. Berkata bahwa si Ibu capek dan si anak selalu saja merepotkan, lebih baik mati saja dari pada terus menerus merepotkan orag tua. Ibu itu berteriak dengan suara tinggi dan keras, hingga terdengar oleh para tetangga. Sudah menjadi rahasia umum para tetangga bahwa si Ibu sering memarahi anaknya, melampiaskan amarah, lelah, dan penatnya kepada anak berusia 2 tahun.

Tidak taukah si Ibu bahwa ucapan adalah do’a. Mungkin itu hanya luapan emosi sesaat, tapi sang Malaikat ternyata begitu cepat mencatat ucapan Ibu sebagai do’a. Sehingga benar menjadi kenyataan, anaknya sudah meninggal dan Ia tidak akan pernah merepotkan orang tuanya.

Hati Ibu itu pasti hancur berkeping-keping, menyesali segala ucapannya. Wajar bila sampai saat ini Ia masih menangis sedih, karena jauh dilubuk hati yang paling dalam setiap Ibu akan selalu menyayangi anaknya.

“Jangan bengong aja Bu, ayo diminum teh nya, “kata nenek memotong lamunanku. Aku menghabiskan isi cangkir yang disuguhkan padaku.

Selesai takziah, aku dan Ibu-Ibu lainnya pamit pulang. Si Ibu masih menangis, si nenek terlihat tegar dengan menyambut para tamu takziah, dan sang suami terlihat sedang menggendong bayi yang berusia 2 bulan. Semoga si Adik tidak mengalami hal yang sama dengan si Kakak.

#based on true story

Selasa, 06 Oktober 2015

Ketika Farah disapih



Idealnya seorang anak disapih ketika berusia 2 tahun. Yaitu ketika sudah selesai proses pemberian ASI, sebagaimana yang dianjurkan di Al-Qur'an dan dunia per-ASI-an. Banyak Ibu yang mengeluh sulitnya proses menyapih pada anak, tapi tak sedikit juga Ibu yang berhasil dan dengan mudahnya melalui proses ini.

Awalnya Farah juga susah sekali lepas dari ASI, tapi Alhamdulillah dengan kerjasama keluarga, Farah bisa lepas dari ASI. Sudah 3x berganti susu kaleng akhirnya yang ke empat mau minum susu. Awalnya merasa asing dengan benda berbentuk dot. Bau susu kaleng yang aneh dan rasa susu yang berbeda dari ASI. Semuanya ditolak mentah-mentah oleh Farah. Pemberian susu dengan sendok pun harus dengan paksaan embah uti.

Akhirnya pada suatu ketika aku dan Farah dijauhkan untuk sementara waktu. Tidur sama embahnya, makan, mandi, main, semua sama embah uti. Jika Farah dihadapkan aku dengan embah utinya, pasti dia memilih digendong dengan embah uti. Sedikit sedih tapi hikmahnya aku bisa menghabiskan banyak waktu dengan Abi nya Farah, bisa pacaran seperti sebelumnya.

Setiap hari Farah minum susu walau dengan paksaan embah uti. Sampai pada satu waktu Farah sudah mengantuk dan waktunya tidur akhirnya Ia makan jeruk sambil tidur, diempok-empok, diusap-usap punggung dan keningnya akhirnya Farah tidur. Walau pun mulutnya tetap makan jeruk dengan menghisap-hisap jeruk sebagaimana mulutnya menghisap ASI. Jeruk adalah buah kesukaan Farah, Farah pernah menghabiskan 1kg jeruk, entah jeruk yang manis atau asam Farah tetap suka.

Setelah bobo dengan jeruk, Farah juga pernah bobo sambil memakan biskuit. Mungkin memang sudah jam tidurnya, beri makanan kesukaan kemudian diempok-empok, Farah tidur dengan sendirinya. Anak biasanya akan rewel ketika Ia merasa tidak nyaman seperti lapar, mengantuk, kepanasan, kedinginan, atau rasa tidak nyaman lainnya. Dan biasanya anak akan tidur lebih pulas dan segar ketika sudah mandi pagi atau mandi sore. Jadi kenali waktu-waktu si anak mengantuk dan tidur, berikan susu kaleng ketika Ia mengantuk, dan begitulah yang terjadi dengan Farah akhirnya Ia mau minum susu dengan dot, karena sudah tidak ada lagi ASInya. 

Sekarang bila jam tidur Farah tiba, Ia akan mengucek-ngucek kedua matanya, pertanda mengantuk. Lalu pastikan Ia tidak kelaparan, tidak haus, sudah makan, dan ajak berdoa sebelum tidur, walaupun Ia terus menarik daster bagian depanku, tak apa, terus diempok-empok, punggungnya diusap-usap, InsyAllah Ia akan tidur perlahan, dan terlelap. Semoga bermanfaat.


Selasa, 22 September 2015

Persiapan perlengkapan bayi ^^

Mumpung masih segar dalam ingatan apa-apa saja yang dibeli ketika hamil Farah, so ku torehkan saja disini, siapa tau ada yang butuh shareing.

Entah mengapa kata ibu-ibu lainnya termasuk ibuku, mengatakan bila ingin membeli peralatan dan perlengkapan bayi baiknya ketika usia kehamilan 8 bulan saja, ada yang bilang kalau sebelum 8 bulan pamali katanya. Pamali mulu, bumalinya mana? Kataku meledek dalam hati. Tapi yasudahlah..aku patuh kata orang tua demi menyenangkan hati mereka. Padahal ketika hamil usia 5 bulan, ketika perutku belum membesar aku udah siap mau ke pasar, siap berjibaku tawar menawar dengan pedagang, siap bolak balik berlelah-lelah. Tapi yasudahlah..

Akhirnya ketika hamil 8 bulan, aku membuat list apa saja barang-barang yang harus dibeli untuk kebutuhan si Farah kecil. Mama mendikte semuanya, aku yang memilih, dan Abi yang membayar. Langsung saja yah semua kebutuhan itu ialah :

1. Baju bayi lengan pendek setengah lusin
2. Baju bayi lengan panjang setengah lusin
3. Popok bayi 2 lusin
4. Gurita bayi setengah lusin
5. Kain bedong 2 lusin
6. Perlak besar 1
7. Perlak kecil 1
8. Sarung tangan + kaki 4 pasang
9. Topi bayi 2
10. Selimut bayi 2
11. Gendongan bayi 1
12. Tempat tidur bayi + kelambu 1
13. Tas besar 1
14. Tas kecil 1
15. Waslap 2
16. Bantal kepala + bantal guling 2
17. Bak mandi bayi 1
18. Tempat sabun bayi 1
19. Tempat jemuran bayi 1
20. Ember + tutupnya 1
21. Tempat bedak bayi 1
22. Termos
23. Keranjang baju bersih
24. Lemari bayi
25. Sabun batang, sabun cair, shampo, bedak badan, bedak wajah, minyak telon, dan kapas


Para Ayah harus udah menyiapkan dana untuk si kecil..termasuk biaya melahirkan nantinya. Semua peralatan dan perlengkapan itu bisa mencapai 1jt lebih, ini di tahun 2014 sebelum dolar naik dan inflasi belum tinggi. Wallohualam bila tahun-tahun berikutnya, mungkin harga-harga ikutan naik.

Seiring berjalannya waktu bila dirasa ada yang kurang jangan ragu untuk membelinya. Seperti waktu itu, Farah kehabisan popok dan kain bedong akhirnya tantenya membelikan di toko bayi terdekat. 

Nanti ketika bayi sudah lahir dan dibawa pulang ke rumah, akan ada baaanyak orang yang ingin melihat si kecil. Mereka para tetangga, saudara, teman-teman kita, teman-teman orang tua, bahkan teman-teman om dan tante ikutan mau melihat bayi. Biasanya mereka datang tidak dengan tangan kosong, mereka membawakan kado untuk Farah, bahkan amplop. Untuk amplop aku baru tau klo ada tradisi ini, koq jadi kya kondangan/hajatan dikasih amplop, buat beli bedak, kata salah seorang tetangga. Tapi harga bedak ga semahal itu, masih banyak lebihnya, ah yasudahlah rejeki Farah dan Bundanya, kataku dalam hati. Dan ternyata yang ngasih amplop bukan hanya satu orang, tapi banyak ibu-ibu tetangga lainnya, aku sampai speachless. Padahal bila mereka datang dengan tangan kosong pun tak mengapa, akan ku sambut dengan senang hati.

Bila teman dan saudara biasanya membawa kado, seperti kado ulang tahun, dibungkus rapi dengan bungkus kado bergambar lucu dan disematkan kartu ucapan berisi do'a untuk si bayi. Bahagia deh rasanya, bukan karena banyaknya amplop dan kado, tapi ternyata banyak orang yang peduli sama kita, mereka ikut berbahagia ketika kita bahagia. Ikut mendo'akan anak kita, memeluk, mencium, dan ikutan menggendong si bayi. Memberi saran dan masukan dalam pengasuhan bayi yang baru lahir. Oh indahnya hidup bertetangga, indahnya nilai-nilai Islam..

Oia tidak semua perlengkapan nomer 1 sampai 25 harus dibeli, nanti pasti banyak yang memberi hadiah kado yang isinya selimut bayi, celana bayi, kaos dalam bayi, gendongan, baju, tas, clodi, set bedak, set mandi, set baju, dll. Bahkan ada yang memberi hadiah brouncer dan stroler, Alhamdulillah.. Dua benda itu memang belum sempat dibeli.

Para Ayah/calon Ayah..ini baru perlengkapan si bayi, perlengkapan persiapan ibu melahirkan belum yah, nanti di lain kesempatan InsyAllah akan diposting, semoga bermanfaat.