Minggu, 24 Januari 2016

Jalan-jalan ke tanah abang

Saatnya mencari bahan..

Aku dan suami memutuskan naik krl ke tanah abang, selain karena bisa bersantai, juga tidak menghabiskan tenaga, dan biaya. Bolak balik cuma 4rb, murah kan :)

Dari stasiun Jatinegara kami menunggu krl yang transit di manggarai, kemudian menyambung krl lainnya. Kami jalan dari stasiun tanah abang ke blok A, tempat yang kami tuju. Dan sepanjang jalan dari stasiun ke blok A, ada baaaanyak para penjual di pinggir jalan, baju-bajunya pun bagus dan murah, aku sempat tergoda tapi harus luruskan niat aku ke sini untuk mencari bahan untuk dijahit, untuk diproduksi dan dipasarkan sendiri.

Perjalanan dari stasiun ke blok A lumayan jauh sekitar 10-15 menit, mungkin bisa lebih cepat dari itu tapi kondisinya penuh, ramai, banyak orang, apalagi hari itu kami datang disiang hari. Sesampainya di blok A yang adem berAC dan ada eskalatornya (Alhamdulillah..Terbantu banget buat bumil kya aku). Kami bolak balik mencari toko yang direkomendasikan oleh seorang teman, tidak ketemu akhirnya bertanya pada security, yang ditanya sama tidak taunya dengan yang bertanya.

Sempat berfikir, apa beli bahan di toko yang mana saja..toh sama saja. Tapi kami terus menyisiri lantai B2 blok A. Ternyata benar kata teman, bila ingin ke tanah abang jangan hari ahad siang, biasanya banyak toko yang tutup, baiknya hari biasa aja. Aku berharap semoga toko yang kucari masih buka. Dan alhamdulillah ketemu..toko super katun.

Mencari tempat konveksi

Mencari tempat konveksi itu tidak mudah.. apalagi dengan harga yang pas, kita pasti menginginkan ongkos produksi yang sedikit agar harga jual baju juga tidak terlalu mahal dan mudah terjangkau untuk semua kalangan.

Aku punya teman semasa kuliah, dia punya tempat konveksi di Jogja, harga produksi per baju 25rb tapi ongkir dari Jakarta-Jogja dan Jogja-Jakarta sekitar 18rb perkilo.. Oh tidaaaak.. Berat diongkir..

Ada pilihan lain di konveksi olshop, dimana aku menjadi salah satu resellernya. Di daerah Depok, masih bisa terjangkau dari rumah dan tidak perlu biaya ongkos kirim. Tapi harganya terlalu mahal, jahit per baju dikenakan biaya 50rb. Aku dan suami berfikir ulang.

Suami menyarankan bila mencoba konveksi di Pekalongan, di kampung halaman suami banyak tempat konveksi batik, pasti harganya lebih murah. Tapi lagi-lagi terkendala biaya ongkos kirim, kalaupun mau sekalian mudik tetap saja mahal, tiket kereta pulang pergi, juga lamanya proses produksi, lebih menambah waktu dan biaya.

Akhirnya ada teman suami yang menyarankan untuk mencoba ke daerah PIK. Perkampungan Industri Kecil yang berada di daerah Cakung, tidak asing ditelinga, aku pun tau lokasinya, tapi belum pernah menjelajah PIK, hanya sekedar lewat. Saat weekend aku dan suami pergi ke PIK. Gapuranya besar tapi begitu masuk ke dalam ternyata sepi, kanan kiri banyak toko yang menjual barang-barang seperti baju anak, dewasa, tas, koper, kaos, baju olah raga, dan lain-lain. Tapi sepi pengunjung,tidak seramai pasar tradisional atau pun mall, padahal saat aku ke sana sudah agak siang. Di sebelah kanan berdiri mall besar tapi sama sepinya dengan toko-toko lain.

Kami masuk ke kawasan itu, lurus terus berharap menemukan perkampungan konveksi. Tapi setelah melewati kali jembatan, malah lebih sepi. Akhirnya putar balik, kami celingukan kanan kiri mencari-cari rumah konveksi. Tidak ada, sedikit putus asa, berharap Allah memudahkan jalan kami, tapi kami terus mencari. Kali ini kami menghindari jalan utama dan masuk ke gang-gang kecil.

Alhamdulillah ketemu, ada beberapa rumah/toko yang pintunya terbuka dan terlihat banyak mesin jahit di dalamnya. Kami turun dan bertanya kepada salah seorang penjahit untuk pemesanan jahitan baju muslim, tapi ternyata tempat itu khusus pembuatan baju koko. Ia merekomendasikan penjahit lain yang biasa menjahit baju muslim, kami diberi kontaknya dan tempat jahitnya.

Kami ke lokasi tempat yang direkomendasikan, kemudian bertemu dengan penjahitnya, bertanya-tanya terkait pengerjaan produksi dan harga, bertukar nomor hp, dan pamit pulang. Alhamdulillah kami cocok dengan harganya, insyAllah akan memberikan orderan di tempat itu.


Ide bisnis

Ide ini tercetus saja di kepala, ketika aku menyampaikan ide ini suami menyetujuinya asalkan harus detail semua planing. Ide apa itu?

Aku mencoba bisnis baru dengan memproduksi sendiri gamis dan baju. Mungkin berawal dari kejenuhan jadi reseller saja selama setahun belakangan. Laba yang didapat hanya 10% dari harga jual. Kemudian share dengan sesama reseller yang sudah melangkah jauh ke depan dengan produksi baju sendiri. Aku pun tertarik dan ingin mencobanya.

Karena suami orang manajemen, Ia mensyaratkan semua pencatatan harus rapih, planing difikirkan dengan matang sampai proses pemasarannya. Awalnya agak ciut juga, tp percaya saja dua kepala akan jauh lebih baik daripada satu kepala. Semua perencanaan ak diskusikan dengan suami, seemuanya tidak ada yang ditutupi dan disembunyikan. Aku ingin suami juga terlibat 100% dalam bisnis ini. Bismillah dengan niat yang baik, semoga Allah meridhai :)




Selasa, 29 Desember 2015

Ketika hati

Entah perempuan terlahir sensitif, entah suasana yang kurang kondusif, entah perempuan yang memang impulsif. Entahlah...

Aku hanya sedang meraba apa yang terjadi di hati, apa yang menyebabkan langit mendung dan hujan turun. Bolehkah sebuah kesimpulan dikeluarkan sebelum diadakan penelitian? Penelitian tentang hati yang bersedih...

Perempuan..terlalu banyak yang diinginkan, terlalu banyak yang diimpikan, bahkan hanya sekedar bunga yang bertemu embun dia juga ingin..

Tapi seribu sayang, tak ada yang mendengar inginnya.. kupingnya saja tak ingin mendengarkan apalagi para prajurit. Si kuping terlalu lelah dengan semua suara terompet kehidupan..

Ah, kehidupan..
Terlalu sering mengeluh menjadikan bosan bertambah bosan, sepertinya kau perlu "me time"

Berteriak saja agar semua tau, bahwa kau tak ingin disalahkan, bahwa kau ingin diperhatikan, dan menginginkan hujan..

Bukankah kau menginginkan bunga itu mekar dan tersenyum senang? Lalu kenapa kau terus-terusan bermuka masam?

Kamis, 10 Desember 2015

Hikmah : Gajah Kecil

Pada suatu hari, seorang petani menangkap seekor gajah kecil di hutan. Gajah kecil tak berdaya, kakinya diikat dengan tali yang kuat. Berkali-kali gajah kecil mencoba melepaskan tali itu tapi tidak bisa, tali itu terlalu kuat. Akhirnya gajah kecil itu menyerah, ia tidak berusaha mencoba melepaskan tali yang mengikat kakinya.

Hingga gajah kecil tumbuh menjadi gajah besar, ia tetap tidak mencoba melepaskan tali yang mengikat kakinya. Ia merasa tidak bisa, merasa tidak kuat, dan tali itu lebih kuat. Sugesti dari kecil ia pelihara, dan tidak bisa ia hilangkan, padahal dengan sekali hentakan tali itu bisa saja lepas dan ia bisa bebas. Gajah kecil sudah berubah menjadi gajah besar yang kuat tapi karena sebuah sugesti ia tetap menjadi seekor gajah kecil yang lemah.

Hikmah : Filosofi pohon Mangga

Pohon mangga bila ditimpuk dengan batu, ia akan membalasnya dengan memberikan buah mangga yang manis. Bila pohon mangga sudah tua dan tidak berbuah lagi, kayunya bisa digunakan untuk membuat kayu bakar. Pohon ini bermanfaat hingga akhir hayatnya.

Sedangkan pohon cemara yang tinggi menjulang akan selalu mengikuti arah angin. Bila angin berhembus ke utara pohon cemara mengikuti ke arah utara, bila ke selatan ia juga mengikuti ke selatan. Pohon cemara tidak punya pendirian dan selalu mengikuti arah angin yang berhembus.

Jadilah seperti pohon mangga yang selalu bisa memberi banyak manfaat kepada sesama, dan hingga akhir hayat pun selalu dikenang walaupun telah tiada.

Resensi buku "Sukses itu Gampang" oleh Michael Wong



✔ Jangan hanya meniru orang lain. Jadilah diri Anda sendiri yang khas. Berani untuk terkenal. Berani wujudkan potensi Anda. Mengapa harus bertarung untuk menjadi nomer 2 sedangkan Anda punya peluang untuk menjadikan diri Anda nomer 1.

✔ Dalam dunia kerja, terdapat 2 hal yang dapat meningkatkan pendapatan Anda :
1. Memberikan layanan yang lebih baik
2. Memberikan layanan kepada banyak orang

✔ Bicara itu mudah, bicara saja tidak membuahkan hasil. Hanya tindakan nyata yang dapat membuahkan hasil.

✔ Menerapkan prinsip-prinsip kesuksesan :
- Kepastian tujuan
- Prinsip kekuatan Mastermind
- Keyakinan yang diwujudkan
- Kepribadian yang menyenangkan
- Bekerja lebih dari yang diharapkan
- Inisiatif personal
- Disiplin diri
- Perhatian yang terkontrol
- Antusiasme
- Imajinasi
- Belajar dari hal-hal yang buruk
- Menganggarkan waktu dan uang
- Sikap mental yang positif
- Berfikir akurat
- Kesehatan fisik yang bagus
- Kerjasama
- Kekuatan kosmis

✔ Petakan rencana 1tahun, 5tahun, terapkan tujuan:
- Pencapaian peningkatan diri
- Disiplinkan diri
- Bacakan setiap hari, dipagi hari atau saat ingin tidur
- Jadikan tujuan-tujuan sebagai do'a harian Anda
- Perbincangkan dan jadikan bahan pemikiran. Anda akan membangun sebuah kesadaran untuk sukses.

 Keyakinan adalah "bahan bakar roket" bagi kerja manusia. (Charles Kendall Adams)

✔ Orang-orang sukses menerima hidup sebagaimana adanya, dengan segala kesulitan dan tantangannya. Mereka beradaptasi dengannya, bukan malah mengeluhkannya. Mereka menerima tanggung jawab atas hidupnya sendiri, bukan malah menyalahkan keadaan. Mereka berkata 'Yes' pada hidup, menerima segala unsur negatifnya, meskipun lebih banyak keburukan yang didapat pasti ada hikmah dibalik itu semua.

✔ Orang-orang sukses mengembangkan dan mempertahankan satu sikap yang baik terhadap hidup. Mereka mencari kebaikan pada diri orang lain dan pada dunia.

✔ Orang-orang sukses memiliki pendirian akan arah dan tujuan, mereka tau kemana hendak melangkah. Mereka menyusun tujuan-tujuan baru. Mereka menerima dan menikmati tantangan-tantangan.

✔ Orang-orang sukses memiliki keinginan kuat untuk belajar : tentang hidup, tentang dunia, tentang diri mereka sendiri. Mereka memandang pembelajaran sebagai suatu kesenangan, bukan kewajiban. Mereka tak henti-henti memperkaya hidupnya dengan mempelajari hal-hal baru dan dengan memperbaiki dirinya. Mereka selalu menemukan, selalu berkembang.

✔ Orang-orang sukses berorientasi pada tindakan. Mereka mendapatkan sesuatu karena tak gentar dengan kerja keras dan mereka tidak membuang-buang waktu. Mereka menggunakan waktu dengan cara yang bermanfaat. Mereka tidak sampai terjebak dalam rutinitas yang membosankan karena terlalu sibuk mencari pengalaman-pengalaman baru.

✔ Orang-orang sukses mempertahankan standar yang tinggi dalam kepribadiannya. Mereka sadar bahwa kejujuran adalah satu diantara unsur karakter orang yang mulia. Mereka selalu berpijak pada kebenaran, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pergaulannya. Mereka memetik apa yang mereka tanam. Mereka menikmati hidup sepenuhnya.